Get me outta here!
Tampilkan postingan dengan label karyaseni. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label karyaseni. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Maret 2017

Le Petit Prince - The Little Prince (Review).


Hai! Aku punya sebuah kisah yang menarik... aku akan membagikannya pada kalian semua... Kisah ini terlahir di Perancis dan diberi judul “Le Petit Prince” yang jika diterjemahkan berarti “Pangeran Cilik”.



Le Petit Prince (Pangeran Cilik) adalah novel karya Antoine de Saint-Exupéry yang diterbitkan pada tahun 1943 dalam bahasa Perancis.

Buku “Pangeran Cilik” begitu istimewa bagiku... karena aku melalui perjalanan yang tidak sebentar, ketika akhirnya menemukan buku itu dan ketika akhirnya tenggelam di dalam ceritanya.

Jadi semua bermula ketika aku membeli sebuah buku... mungkin sekitar 7 tahun yang lalu, atau lebih. Buku itu adalah sebuah graphic novel, merupakan salah satu seri dari “Chicken Soup for the Soul”. Sebuah graphic novel yang memuat kisah-kisah nyata yang menyentuh hati.



Salah satu cerita yang dijadikan sampul bukunya, menceritakan tentang “Perjalanan Ajaib”. Ini adalah sinopsis cerita di halaman bagian belakang buku :

“Di sebuah desa terpencil yang sangat indah, di sebuah toko buku bekas, aku menemukan buku kesayanganku yang dulu pernah kuloakan, Pangeran Kecil, aku memiliki kenangan indah bersamanya. Tetapi, bila aku membelinya kembali, perjalanannya hanya akan sampai di situ saja. Jadi kubiarkan saja Pangeran Kecilku melanjutkan perjalanan, untuk menyentuh hati pembaca-pembaca cilik lainya yang akan membacanya”.

Nah... begitulah kira-kira... apa kalian sudah menangkap sesuatu?.

Buku “Chicken Soup for the Soul” kubeli dengan harga yang cukup mahal, saat itu. Awalnya aku tidak sadar bahwa yang kubeli adalah graphic novel, kukira itu novel biasa... ternyata kisah-kisah di dalamnya disampaikan dalam bentuk komik, full color lagi, makanya buku itu agak mahal.

Di antara kisah-kisah yang disajikan di dalam buku itu, kisah tentang “Perjalanan Ajaib” adalah kisah yang paling menyentuh hatiku sekaligus membuatku penasaran... seperti yang kita tahu, kisah itu menceritakan tentang buku “Pangeran Cilik” dan kenangan berharga penulis dengan buku itu.





Hhhmmm kisah yang manis... kisah yang mengharukan.... apakah cerita tentang “Pangeran Cilik” benar-benar se-mengagumkan itu?. Aku begitu penasaran.

Lalu... aku pun mulai bertambah dewasa dan melupakan buku tersebut... buku “Chicken Soup for the Soul” atau buku “Pangeran Cilik” yang diceritakan di dalamnya... semuanya... aku melupakannya. Buku itupun akhirnya hanya kutaruh di rak buku.

Beberapa bulan yang lalu, saat aku sedang berada di toko buku... aku menemukan buku yang tidak asing di mataku... judulnya, gambar sampulnya... rasanya aku pernah melihatnya di suatu tempat... tapi aku yakin, aku belum pernah menyentuhnya.

“Le Petit Prince” tampaknya adalah buku yang “hangat”, buku yang penuh kenangan... bukankah buku itu juga tampak memiliki “kekuatan tertentu” yang ajaib?.

Aku merasa ingin menangis saat melihatnya, seperti bertemu dengan teman lama... lalu dengan yakin... aku berkata di dalam hati “ini adalah buku, yang diceritakan dengan indah di dalam buku yang pernah kumiliki”.



“Apakah ini saatnya?... aku boleh mengetahui kisah tentang Pangeran Cilik lebih dalam lagi?”.

Tapi kurasa itu bukan saatnya... waktu itu aku sudah membeli buku lain jadi aku harus berhemat... mungkin bulan depan aku akan membelinya.

Lalu aku melupakan “Pangeran Cilik” ku lagi... entah mengapa banyak sekali hal-hal yang terjadi, yang membuatku melupakannya... hingga pada suatu hari, bagai disambar petir... tiba-tiba aku mengingatnya... dan ingin tahu bagaimana kabar “Pangeran Cilik” ku. Akhirnya pada sore itu juga, aku pergi ke toko buku dan membelinya.

Sekedar informasi, aku membeli buku “Pangeran Cilik” dengan harga 40rb.(120 halaman). Tapi untuk buku yang sudah melegenda, kupikir itu bukan harga yang mahal. Akhirnya aku mendapatkan buku itu di tanganku... setelah 7 tahun lebih, aku dibuat penasaran olehnya, walaupun aku lebih banyak melupakannya. Itu adalah langkah awal untuk merasa “haru”.



Pada sinopsis di bagian belakang sampulnya... tertulis keterangan singkat yang menjelaskan latar belakang dari buku ini... konon katanya “Pangeran Cilik” termasuk buku yang paling banyak diterjemahkan di dunia, pernah disadur ke dalam 230 bahasa Asing. 

Apa kamu percaya itu? Aku percaya karena buku ini pertamakali kutemukan di dalam graphic  novel Korea.

Katanya lagi, dongeng tentang “Pangeran Cilik” ini sangatlah dalam... merupakan salah satu karya agung sastra dunia yang tidak terlupakan.

Lalu akupun mulai mengamati buku ini lebih jauh lagi... apa yang ingin disampaikan oleh kisah “Pangeran Cilik”?... itu adalah pertanyaan yang paling mendasar.

Orang-orang mengatakan bahwa pengarangnya, Saint-Exupéry berusaha menyampaikan “pesan” untuk orang dewasa, berupa nilai dan pengalaman manusia yang paling dasar... melalui cerita dongeng.

Ini adalah dongeng yang penuh teka-teki... karena kisahnya pasti akan direnungkan oleh orang dewasa yang membacanya.

Disamping itu, latar belakang dibalik terciptanya buku ini juga sangat menarik. Pangeran Cilik lahir dari seorang dewasa yang “serius” Antoine de Saint-Exupéry... beliau adalah seorang pilot, yang tentu saja... banyak mempelajari ilmu-ilmu pasti. Namun siapa sangka dibalik sosoknya yang serius, Saint-Exupéry bisa menciptakan cerita dongeng “Pangeran Cilik” yang menentang logika dan penuh teka-teki.... imajinasi yang sangat kuat!.


Buku ini diciptakan dalam masa pengasingan di Amerika Serikat, fabel anak-anak penuh teka-teki yang membuat namanya melambung. Setahun setelah itu, Saint-Exupéry kembali mendapat ijin terbang. Pada 31 Juli 1944 ia terbang ke Borgo di Corsica dan tak pernah kembali. Hampir pasti ia ditembak jatuh ke laut oleh tentara Jerman.

Pangeran Cilik merupakan salah satu karya terakhirnya sebelum dia menghilang.  Pangeran Cilik masih dikenal hingga saat ini, pesonanya tak lekang oleh waktu, daya tariknya melampaui batas usia dan kebangsaan.

Jadi menurutmu... kisah macam apa “Pangeran Cilik” itu? yang bisa begitu terkenal... sangat terkenal walaupun diciptakan di tengah keadaan yang kurang baik, di tengah peperangan, pengasingan, kekacauan dan pernikahan yang sulit.

Pasti itu bukan kisah yang biasa saja kan? tentu saja di dalam kisah itu menyimpan kekuatan yang membuatmu takjub, penasaran dan terharu pada akhirnya... itulah kekuatan yang sesungguhnya dari buku ini... bayangkan! berapa juta anak di seluruh dunia, bahkan anak yang sudah jadi dewasa.... yang memiliki kenangan indah bersama buku ini?.

Benar-benar menakjubkan! kisah yang sangat menarik!.



Pangeran Cilik bertemu dengan sang tokoh utama di tengah gurun Sahara. Dia membagikan sebuah kisah tentang darimana dia berasal... dan kisah perjalanannya dari asteroid asalnya ke bumi, sampai bertemu dengan sang tokoh utama.

Selama perjalanannya itu... Pangeran Cilik mengunjungi asteroid lain di sekitar tempat tinggalnya, dan bertemu dengan orang-orang aneh yang mendiami asteroid itu. Pangeran Cilik begitu tertarik dan mengamati mereka satu persatu... namun akhirnya menyadari bahwa mereka semua “menyebalkan”.

Orang-orang itu digambarkan sebagai orang dewasa yang sepertinya sangat serius melakukan pekerjaan “orang dewasa” tapi sebenarnya... mereka tidak benar-benar tahu apa yang mereka kerjakan.

Satu-satunya alasan kenapa Pangeran Cilik harus pergi dari asteroid tempat tinggalnya adalah karena dia ingin melarikan diri dari mawar peliharaannya... yang semakin hari, semakin memperalatnya.



Melalui buku ini... kita akan diajak berpetualang bersama Pangeran Cilik... dalam perjalanannya itulah kita akan mendapatkan sesuatu yang paling berharga dalam kehidupan ini.

“Seseorang hanya dapat melihat dengan sebaik-baiknya melalui hatinya, karena yang terpenting (dalam kehidupan) tidak terlihat oleh mata”.

Itu semua adalah ringkasan dari cerita “Pangeran Cilik”... kuharap kalian semua bisa meluangkan waktu untuk membaca cerita lengkap dari “Pangeran Cilik”... setidaknya sekali seumur hidup, kalian harus mencobanya... ini benar-benar sebuah dongeng yang tampak sederhana tapi sangat kompleks.

Saat aku membaca buku ini... aku agak terkejut saat melihat gambar ilustrasinya, karena beberapa gambar berwarna... gambar ilustrasinya dibuat sendiri oleh penulis, sangat sederhana namun berkesan. Gambar-gambar itu merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kisah Pangeran Cilik itu sendiri, sampai kapanpun gambar ilustrasinya tidak akan tergantikan.


Tapi yang menarik di sini, penulis sudah menyampaikan permintaan maaf kalau gambar yang ia buat tidak sesuai dengan harapan.

“Tetapi gambarku tentu saja tidak secakap orangnya. Bukan salahku. Dalam karirku sebagai pelukis, semangatku dipatahkan oleh orang dewasa waktu aku berumur enam tahun, dan aku tidak penah belajar melukis selain menggambar ular sanca tertutup dan terbuka”.

Ini adalah gambar ular sanca tertutup dan terbuka yang dimaksud (yang sedang menelan bulat-bulat seekor gajah).



Salah satu gambar ilustrasi yang paling terkenal di buku ini.

Ngomong-ngomong... aku suka bagaimana penulis begitu menyalahkan orang dewasa dan begitu menertawakan sikap orang dewasa di dalam kisah “Pangeran Cilik” ini... cerita tentang orang-orang dewasa yang dibully itu benar-benar membuatku tertawa.

Memang begitulah inti dari kisah “Pangeran Cilik”. Kisah ini mengajarkan kita bahwa kadang-kadang orang dewasa itu terlalu berlebihan dalam menggunakan logika, mereka terlalu pemikir, terlalu bekerja keras... untuk sesuatu yang tidak benar-benar mereka inginkan. Bahkan untuk itu semua... mereka harus rela membuang jauh imajinasi, mimpi di masa kecil dan hal-hal menyenangkan lainnya.

Kesalahpahaman sering dilakukan oleh manusia dan kebenaran sederhana sering dilupakan oleh mereka seiring mereka bertambah dewasa. Inti dari kisah “Pangeran Cilik” sering dinyatakan terangkum dalam kutipan terkenal yang dinyatakan oleh rubah kepada Pangeran Cilik : "On ne voit bien qu'avec le cœur, l'essentiel est invisible pour les yeux."

“Hanya lewat hati kita melihat dengan baik... yang terpenting tidak tampak di mata”.

Kutipan lain yang juga terkenal adalah saat sang rubah mengungkapkan tentang penaklukan. "Manusia kadang sering lupa, bahwa mereka bertanggung jawab, selamanya, atas apa yang telah mereka jinakkan".


Saat membaca novel ini... hatiku begitu berdebar, ketika sudah hampir mendekati halaman terakhir... apa yang akan terjadi pada Pangeran Cilik? bagaimana kalau dia nanti...

Aku punya firasat bahwa cerita ini akan membuatku menangis dan berakhir seperti “itu”.... mungkin sebenarnya cerita ini tidak akan pernah berakhir... bagaimanapun juga.

Mungkin juga... kita harus pikirkan sendiri bagaimana akhir ceritanya... hatiku begitu berdebar saat cerita ini hampir berakhir.

Apa kalian penasaran? seperti apa kisah ini berakhir? silahkan lihat sendiri akhir ceritanya!.

Yang sebenarnya... kita tidak akan pernah tahu apa yang benar-benar terjadi pada Pangeran Cilik... karena penulisnya menghilang setelah itu, tanpa memberi tahu kelanjutan kisah ini secara pasti.

Begitu misterius... seperti Pangeran Cilik itu sendiri.

Begitu misterius... seperti kalimat-kalimat penuh teka-teki yang disajikan di dalam novel ini.

Jujur... walaupun sudah diterjemahkan, tapi bahasa di novel ini masih terlalu berat untukku. Aku jadi sulit untuk mengerti beberapa dialog di dalam novel “Pangeran Cilik”.... bahkan ini lebih sulit dimengerti daripada kalimat yang ada di novel “Alice's Adventures in Wonderland”.

Dan... bagiku “Pangeran Cilik” adalah kisah yang menyentuh hati.

Bagaimana tidak?.... kita tidak tahu pasti, siapa tokoh utama yang diceritakan di dalam novel ini, seorang pilot yang terdampar di gurun Sahara, bersama dengan pesawatnya yang rusak.... lalu bertemu dengan Pangeran Cilik.

Kita tidak tahu siapa dia, tapi kita tahu dia mirip siapa... dia mirip sekali dengan pengarang buku ini, yang juga seorang pilot, yang juga pernah terdampar di gurun pasir dengan pesawatnya yang rusak, yang juga hampir mati karena kahabisan air sebelum diselamatkan.

Kurasa kisah ini adalah gabungan dari kisah nyata dan kisah dongeng... mungkin saat terdampar di tengah padang pasir... penulis mulai memikirkan sosok Pangeran Cilik, yang selalu ceria, dengan rambut keemasan, yang selalu tidak menjawab bila ditanyai tapi selalu tidak melupakan apa yang ditanyakannya.



Mungkin saja penulis memikirkan sosok Pangeran Cilik, untuk menekan rasa khawatirnya, di tengah keadaan yang serba tidak pasti di tengah gurun pasir.

Kalau itu benar-benar terjadi... kurasa kisah ini benar-benar jadi kisah yang manis... sangat manis dan menyentuh hati... pastinya... bagaimanapun juga penulis berusaha melupakan dunia “orang dewasa” nya dengan kekacauan di sekitarnya untuk menulis ini.

Bisa dibilang bahwa Pangeran Cilik adalah sosok yang membuat dia menjadi lebih tenang... mungkin... dan mungkin saja Pangeran Cilik adalah sosok yang selalu dirindukannya.

Aku tahu... bagaimana rasanya rindu dengan sosok imajinasi... itu benar-benar sangat menyiksa!.

Tapi aku yakin... setiap anak dan orang dewasa yang membaca buku ini, pasti juga akan merindukan sosok Pangeran Cilik... bahkan saat mereka nanti sudah bertambah dewasa dan bertambah tua.... karena Pangeran Cilik digambar dengan sederhana tapi berkesan, dan diceritakan melalui kisah yang lugu tapi mempunyai nilai yang tinggi.

Di buku ini dimuat juga sebuah pesan yang berguna... apabila kita mulai mengingat sosok Pangeran Cilik dan merindukannya, yaitu : “Lihatlah bintang di langit malam dan dengarkanlah mereka tertawa... salah satunya adalah tawa dari Pangeran Cilik... dan mungkin salah satunya juga tawa dari sang pilot, yang akhirnya bisa bertemu dengan Pangeran Cilik.

Kita selalu mempunyai akhir cerita sendiri.


Jika aku membaca buku ini sebagai orang dewasa dan membacanya memakai logika... maka aku yakin... aku tidak akan pernah bertemu dengan akhir ceritanya dan tidak akan pernah mengerti... jadi aku berusaha untuk menjadi se-anak-anak mungkin saat membaca kisah tentang Pangeran Cilik. Agar aku bisa lebih mengerti.

Kurasa itulah inti dari cerita ini... “Hanya lewat hati kita melihat dengan baik... yang terpenting tidak tampak di mata”.... karena anak-anak lebih sering melihat dengan hati.... ketika kita bisa melihat dengan hati, saat membaca buku ini... kita akan tahu lebih banyak hal lagi tentang kisah “Pangeran Cilik”.... bahkan kisah yang tidak tertulis di bukunya.

Seperti benar-benar menjadi teman Pangeran Cilik.

“Menjadi dewasa itu tidak apa-apa, yang berbahaya adalah jika kita sudah mulai lupa”.

Bahkan imajinasi sekecil apapun harus tetap dipelihara di dalam tubuh orang dewasa, agar hidup ini lebih seimbang.

Oh ya! aku punya satu lagi info yang penting... pada tahun 2015 lalu, kisah Pangeran Cilik diangkat ke dalam sebuah film animasi berjudul “The Little Prince”. Ini cuplikannya :


Film itu menceritakan kisah Pangeran Cilik dengan lebih ringkas. Tapi ada cerita tambahan yang tidak ada di dalam bukunya. Aku senang cerita “tambahan” itu, tidak mengganggu isi dari bukunya, bahkan malah mempertegas inti cerita dari Pangeran Cilik.

Cerita diawali oleh seorang Gadis Kecil yang dipaksa belajar dengan keras oleh ibunya, agar dia bisa masuk ke sekolah favorit. Sang ibu benar-benar ketat dalam mengatur jadwal sang anak. Gadis kecil itu seperti robot yang patuh dengan perintah ibunya. Untuk meningkatkan motivasi sang anak, agar diterima di sekolah favorit itu... maka mereka memutuskan untuk pindah ke perumahan yang letaknya dekat dengan sekolah favorit tersebut. Namun semua berubah ketika Gadis Kecil itu bertemu dengan Penerbang (Bridges) yang tinggal di sebelah rumah barunya... dia menceritakan kisah tentang Pangeran Cilik lewat pesawat kertas.

Film animasi ini memang tidak sepenuhnya mengadaptasi cerita di buku Pangeran Cilik, karena ada cerita tambahan tadi... namun cerita keseluruhannya tidak lepas dari inti cerita di buku Pangeran Cilik.


Bahkan kurasa... di film itu, orang-orang bisa mendapat jawaban atas pertanyaan yang selama ini ditanyakan di dalam bukunya... mungkin mereka bisa lebih lega setelah menonton film itu, dan mungkin menangis pada akhirnya.

Karena akhirnya mereka bisa “bertemu lagi” dengan Pangeran Cilik, setelah sekian lama dengan kisah yang lebih baru... pasti mengharukan bukan?.



Film animasi “The Little Prince” juga mempunyai gambar animasi yang indah, animasinya ada yang dibuat dengan komputer, ada juga yang dibuat dengan cara stop motion. Benar-benar memanjakan mata. Dan ostnya juga indah untuk didengarkan... sesuai dengan tema cerita Pangeran Cilik. 

Semuanya pun berakhir dengan mengharukan dan perasaan puas.

Nah demikianlah review ku tentang buku Le Petit Prince (Pangeran Cilik) dan film animasi The Little Prince 2015.

Jika kalian penasaran dengan kisah Pangeran Cilik, silahkan baca bukunya dan nonton filmnya! Terimakasih sudah membaca! Sampai jumpa lagi!.

Ditulis oleh : Ririan.

JANGAN COPAS TANPA CR dari Blog ini!.


Sabtu, 24 September 2016

Spirit Fingers : Komik Artistik tentang “Menggambar”.


Awal September lalu ada komik baru di Webtoon Indo yang berjudul Spirit Fingers, karena penasaran jadi aku membacanya. Aku lihat nama pengarangnya, ternyata nama orang Korea... yah kelihatan sih dari style gambar di cover komiknya, karakter yang digambarnya memang menunjukkan mimik wajah orang Korea banget... oh ya pengarang komik Spirit Finger bernama Gyeong-Chal HAN, dia seorang perempuan.


Spirit Finger (스피릿 핑거스) ini menarik perhatianku, karena selain gambarnya yang menarik, juga karena sinopsis yang tertera di cover komiknya. Di sinopsisnya tertulis : “dia mengira dirinya biasa saja sampai dia memasuki klub menggambar. Akankah dia menemukan warnanya sendiri?”.

Ada kata-kata “klub menggambar”... aku berharap setelah membaca komik ini, aku bisa mendapatkan ilmu tentang menggambar secara baik dan benar. Yah siapa tau kemampuan menggambarku bisa sebaik kemampuan komikusnya, kalo aku membaca komik ini nantinya hahaha... dan karena aku mahasiswa seni rupa, aku benar-benar penasaran dengan klub menggambar itu.

Selanjutnya... aku akan menceritakan jalan cerita di komik ini, tapi ini agak SPOILER... jadi mohon kebijakannya, kalau tidak ingin dapat Spoiler lebih baik gak usah di baca hahaha.

Komik atau manhwa Spirit Fingers menceritakan tentang siswi SMA bernama Wooyeon yang cupu dan biasa saja. Dia itu masih bingung tentang jati dirinya, dan apa yang ingin dilakukannya. Suatu hari Wooyeon bertemu dengan klub menggambar yang aneh, dari situ dia mulai penasaran tentang jati dirinya sendiri.


Jadi bisa dibilang bahwa cerita di  komik ini, sangat merakyat hahaha... maksudku pasti banyak kan? orang yang merasakan hal seperti itu?... merasa minder, merasa dirinya gak stylist, dan merasa gak punya bakat atau kelebihan.

Komik ini akan menceritakan perjalanan Wooyeon menemukan bakatnya, dan mengatasi rasa mindernya... pasti itu membuat orang penasaran, apa yang akan terjadi nantinya?.

Di Webtoon Indonesia komik Spirit Fingers saat ini baru sampai pada ep 07, versi sub Englishnya sudah sampai ep 21 dan versi Korea sudah sampai ep 70 (masih on going)... menurutku komik Spirit Fingers termasuk komik yang panjang per episodenya, jadi lumayan puas lah saat membacanya.

Tapi gara-gara itu ceritanya jadi berjalan lambat, karena komiknya panjang.... masalah yang dibahas di komik juga banyak hahaha... contohnya saat si Wooyeon janjian bertemu dengan klub Spirit Finger, dia selalu terkena masalah sebelum bertemu dengan mereka.... jadi setelah beberapa episode kemudian, Wooyeon baru bisa bertemu dengan klub Spirit Fingers... janjian di episode 4, baru bisa bertemu dengan semuanya di episode 9... kan gregetan hahaha.


Oh ya ada satu momen, di salah satu episode yang membuat hatiku bergejolak #eleh... saat itu Wooyeon ditawari untuk bergabung dengan klub Spirit Fingers, oleh kakak ganteng namanya Seonho... nah si Wooyeon ini ngakunya gak bisa gambar dan Seonho bilang : “tidak masalah kamu bisa gambar atau tidak, yang penting kamu suka”.

Kata-kata kak(?) Seonho itu bagaikan petir yang langsung menyambarku... sebagai mahasiswa seni rupa, aku mengalami masa dimana... aku takut untuk menggambar... ternyata setelah  masuk ke sana, aku baru tau kalo aku tidak bisa menggambar... dan teman-teman seangkatanku ini kebanyakan punya bakat menggambar sejak lahir #gambarnya dewa banget.... jadi aku minder dan trauma untuk menggambar.

Kata-kata Seonho tadi entah mengapa memberikan semangat untukku agar aku mulai menggambar lagi... dan juga kata-kata tsb membuatku semangat untuk membaca cerita selanjutnya di komik Spirit Fingers hahaha.

Awalnya aku membaca di Webtoon Indo... karena aku kepo, aku mulai baca kelanjutannya yang pakai sub English *walaupun aku tidak terlalu ngerti bhs Inggris... setelah itu aku tambah kepo lagi, jadi aku buka komik versi Korea *yang pakai tulisan Korea... karena aku tidak mengerti, jadi aku hanya melihat gambarnya saja haha.

Ada beberapa hal yang membuat komik atau manhwa Spirit Fingers menarik perhatianku, dan beberapa diantaranya adalah :

PERINGATAN!! SPOILER! SPOILER! SPOILER!.


1. Memiliki tema yang menarik.

Komik ini bercerita tentang klub menggambar, aku belum pernah baca komik Korea tentang “gambar-menggambar” sebelumnya, jadi kupikir ceritanya unik... komik ini menceritakan kegiatan seru yang bisa dilakukan oleh klub menggambar dan juga menjelaskan arti dari menggambar itu sendiri.


Mungkin setelah kamu membaca komik ini, kamu bisa paham bahwa hal utama yang penting dalam menggambar bukanlah gambar itu bagus atau tidak, yang terpenting kamu senang saat menggambar dan mau untuk terus berlatih. #dalem.

Di dalam komik ini kamu juga bisa mempelajari style dalam menggambar, karena setiap orang punya style menggambar yang berbeda-beda. Dan kita harus menghargai itu, kita tidak boleh sembarangan mengatakan bahwa gambar orang itu jelek... mungkin karena style gambarnya seperti itu dan ada alasan kenapa dia menggambar seperti itu, bukan berarti dia tidak bisa menggambar kan?... karena jelek bagusnya gambar seseorang itu, penilaiannya juga relatif.

Beberapa gambar yang dimunculkan di dalam komik ini, adalah gambar goresan tangan asli, yang di scan dan dimasukkan ke dalam komik... gambar yang kubicarakan ini adalah gambar yang ceritanya dibuat oleh para karakter di dalam komik.


Dan itu benar-benar membuatku terpana, walaupun gambarnya ada juga yang tidak terlalu bagus. Karakter gambar tsb kuat karena dibuat dengan goresan tangan. Aku jadi mikir bisa-bisanya si penulis mempunyai ide untuk menyelipkan gambar yang asli di komiknya.

Lalu apa lagi ya? pokoknya komik ini mengajarkan untuk menjalankan kegiatan di klub menggambar dengan cara seru dan menyenangkan.

Selain bercerita tentang gambar-menggambar, komik ini juga bercerita tentang drama percintaan... ya gak seru kan? kalo ceritanya tentang gambar doank, harus ada percikan-percikan asmara di dalamnya.... sebagai bumbu penyedapnya.

Drama percintaan di dalam komik Spirit Fingers lumayan memberikan rasa baru dan membuat komik ini menjadi lebih lucu.


2. Karakter tokoh utama yang familiar.

Tokoh utama di dalam komik ini bernama Wooyeon, seorang siswi SMA yang hidupnya abu-abu, cuma gitu-gitu doank dan gak ada yang spesial.

Wooyeon orangnya minderan, agak ansos, punya bentuk tubuh yang biasa saja, tampang pas-pasan, dan merasa tidak punya keahlian apa-apa... yah sebelas dua belas lah kayak kamu yang lagi baca artikel ini hahaha #bercanda.

Jadi kubilang karakter Wooyeon itu sangat familiar, karena kupikir banyak banget orang yang punya karakter seperti itu dan mereka paham dengan apa yang dirasakan oleh tokoh utama #kayak aku hiks.


Karena merasa “senasib” dengan sang tokoh utama, biasanya orang akan semakin tertarik dan penasaran dengan cerita selanjutnya di dalam komik Spirit Fingers ini.... yang paling bikin penasaran itu adalah.... bagaimana Wooyeon, dengan kepribadian seperti itu bisa melakukan hal yang disukainya, dan melewati tantangan yang ada?... hhmmm bagaimana ya? haha.

Sekarang aku ingin bercerita tentang keluarganya Wooyeon.... Wooyeon punya keluarga yang terlalu kaku, terlalu mementingkan prestasi akademik. Ibu Wooyeon menekannya untuk terus belajar agar Wooyeon sepintar kakaknya. Ayah Wooyeon terlalu kaku bahkan Wooyeon sendiri malas untuk berbicara dengannya.

Kakak dan adik Wooyeon itu adalah tipe orang yang perfect dan pintar. Ibunya terlihat pilih kasih... dia lebih sayang dengan kakak dan adik Wooyeon.

Sampai episode 70, kakak Wooyeon belum terlalu dibahas di dalam komik. Kurasa kakaknya ganteng dan mungkin akan punya karakter yang cool.

Wooyeon yang hidup di dalam keluarga yang kaku, dan dipaksa untuk terus belajar... akhirnya merasa jenuh, dia ikut klub Spirit Finger itu secara diam-diam... di sana Wooyeon baru mengerti arti dari “menikmati hidup”.


Tapi mungkin akan muncul konflik baru setelah Ibunya Wooyeon tau bahwa anaknya mengikuti klub menggambar. Yah bisa ditebak lah, paling Wooyeon akan dilarang gabung dengan klub itu lagi dan disuruh berehenti menggambar agar fokus belajar... mungkin... haha.


3. Beberapa tokoh lainnya memiliki karakter unik.


Spirit Fingers adalah klub menggambar, mereka lebih fokus menggambar sketsa orang dengan bermacam karakter.... anggota Spirit Fingers banyak yang fashionable dan mempunyai kepribadian unik... para anggota direkrut secara random dan memiliki jenjang usia yang berbeda.


Mari kita berkenalan dengan mereka! :D.


Seonho Koo / Goo Sunho (Blue Finger).


Seonho/Sunho adalah mahasiswa DKV tahun kedua, suka warna biru dan suka anjing *ini keterangan yang kudapat di komiknya haha.

Diceritakan Seonho paling berbakat dalam menggambar, gambarnya terlihat paling bagus diantara anggota klub lainnya.... kurasa aliran Blue Finger itu lebih ke arah realis.

Sejauh ini yang kutahu, dia punya kepribadian yang ramah, baik, lemah-lembut dan murah senyum.... positif lah. 


Green Nam (Mint Finger).


Kakak rambut biru ini jurusan desain panggung dan teater tahun kedua, teman SMA nya Seonho sekampus pula. Dari semua karakter yang muncul di komik Spirit Fingers, Green Nam adalah karakter yang paling kusukai... kakak rambut biru ahhh.

Aku suka banget dengan selera fashionnya dan rambutnya yang biru itu... tubuhnya juga langsing, kakinya panjang dan pipinya tirus, padahal dulunya *sensor* #disensor biar gak dianggap spoiler hahaha.

Pokoknya aku merasa kalo pakaian, sepatu dan aksesoris yang dia kenakan itu unik, tapi kawin banget dengan karakternya dia... dia benar-benar terlihat seperti model! Asli! gayanya itu lho agak-agak swag gimana gitu... bisa menjadi inspirasi fashionmu.

Green Nam punya karakter yang sangat kuat, dengan melihat gambar dan pose-posenya di dalam komik saja, aku sudah bisa menebak karakternya dia itu seperti apa... dia terlihat tomboy, cuek, pecicilan, sexy, cool dan gampang dekat dengan orang lain.


Wajah Green Nam juga cantik... dia sering pakai lipstik warna merah, pink dan pink tua, bola matanya abu-abu *mungkin pakai lens, dan pakai eyeshadow warna pink di ujung mata. Saking gemesnya dengan karakter ini, aku sampe ingin nyobain make upnya... bahkan sampai kepikiran ingin mewarnai rambutku menjadi biru hahaha.

Oh ya, ada perdebatan yang muncul menyangkut karakter Green Nam. Ada yang bilang bahwa dia itu aslinya cowok, tapi ya... sejauh yang kulihat sampai ep 70 aku belum menemukan tanda-tanda yang menunjukkan bahwa Green Nam itu cowok, jadi kurasa dia itu cewek tulen.

Walaupun di salah satu episode, komikus pernah menyelipkan gambar Green Nam yang digambar dalam style cowok... rambutnya jadi pendek.... padahal cakepan panjang hahaha.

Gambar sketsa yang dibuat oleh Green Nam sangat unik dan artistik.... dia punya style yang sangat berkarakter... gambar yang dibuatnya terkesan lebih bervolume dan itu terlihat unik banget... walaupun tidak realis.


Pink Finger.


Karena aku tidak tau nama asli anggota Spirit Fingers lainnya *dan males nyari juga... nama asli mereka jarang disebut di dalam komik. Jadi dari sekarang aku akan menamai anggota yang tersisa, dengan nama panggilan di dalam klub.

Pink Finger, 41 tahun... dia punya semacam butik. Walaupun sudah ibu-ibu tapi Pink Finger terlihat unik, dia punya style fashion yang beda. Pakaiannya agak berbau retro, selalu memakai kacamata dengan model tidak biasa yang membuat wajahnya semakin terlihat unik. Pink Finger juga mempunyai bentuk tubuh yang agak berisi (baca:semok). Itu semua membuat karakternya semakin hidup.


Saat membuat sketsa, Pink Finger lebih fokus menggambar pada bagian wajah dan ekspresinya... karena menurut dia hal itu unik. Itulah alasan kenapa Pink Finger sering tidak selesai saat menggambar bagian tangan atau kaki. Karena energi dan waktunya terbuang untuk menggambar pada bagian wajah saja.

Gambar yang dibuat oleh Pink Finger ini biasanya terlihat kocak banget. Walaupun begitu teman-teman sekelompoknya gak ada yang meremehin gambarnya, karena mereka paham bahwa karakternya memang begitu. Aku suka komik ini.


Black Finger.


Black Finger adalah cewek loli yang suka dengan fashion ghotic lolita.... dia keren banget! usianya 30 tahunan, tapi wajahnya masih imut-imut. Dia juga merupakan pemilik toko yang menjual pakaian punk.

Aku suka dengan gayanya, karena penampilan Black Finger itu benar-benar CETAR, dia selalu konsisten dengan fashion gothic lolita nya.... yang paling menarik perhatianku adalah make up matanya!. Perpaduan antara bulu matanya yang dramatis dan eyelinernya yang mencolok, membuat kesan “ghotic” menjadi semakin kuat.


Black Finger ini benar-benar cantik banget, dengan make up nya dan style nya yang seperti itu... saat wajahnya di close up, aku  sampai terpana melihatnya.

Untuk urusan gambar-menggambar... Black Finger adalah tipe orang yang hanya akan menggambar hal yang disukainya atau menarik hatinya. Jadi kalo dia sedang mensketsa seseorang, dan tertarik dengan hidungnya... dia hanya akan menggambar bagian hidungnya doank hahaha.


Khaki Finger.


Khaki artinya berwarna kuning kecoklatan *kata google translate... aku juga baru tau kalo ada warna dengan nama khaki. Khaki Finger berusia 20 tahun, dia adalah teman sekamarnya Blue Finger. Alasan masuk ke Spirit Fingers karena dia tertarik dengan Black Finger.

Khaki Finger punya karakter yang misterius dan agak pendiam.... wajahnya selalu tertutup topi.

Khaki Finger bisa mensketsa orang dengan proporsi yang lumayan bagus, tapi garis yang dibuatnya kurang tegas.


Brown Finger.
 

Brown Finger, 40 tahun seorang programer... dia ditemukan Blue Finger di taman saat sedang mabuk. Menurutku dia seorang “paman” yang baik.

Brown Finger mempunyai gaya menggambar yang sangat unik. Gambarnya berukuran kecil tapi detail. Karyanya begitu “cute”.


Nam Gijung (Red Finger).


Siswa SMA yang agak urakan dengan wajah tampan dan penampilan mempesona. Dia punya kepribadian yang buruk, sombong, mudah marah tapi kadang baik juga.

Dengan modal wajah tampan, tubuh proporsional, tinggi dan kaki jenjang... dia berbakat menjadi seorang model. Red Finger pandai sekali membuat pose-pose cool bak seorang model profesional.


Cakep sih... tapi aku kurang suka tipe cowok tsundere macam dia haha. Dan aku kurang tahu bagaimana tipe sketsa yang dibuatnya.... kayaknya belum muncul di komiknya.... atau aku yang belum baca?.


4. Artnya keren.

Komik Spirit Fingers merupakan komik yang memanjakan mata pembacanya.... dari perpaduan warnanya... warna-warna pastel, penggambaran karakter, mimik wajah, setting tempat dan pakaian yang dipakai oleh para karakter... semuanya terlihat bagus, indah dan kawin... kerenlah!.

Karakter komik yang dibuatnya itu... sekilas terlihat seperti anime, tapi setelah diamati... wajahnya itu terlihat realis, seperti melihat “manusia” beneran... tapi sisi animenya juga masih ada.

Aku paling suka saat melihat gambar “wajah serius” dari Red Finger... mimik wajahnya benar-benar terlihat seperti orang Korea *bukan Jepang atau China.... alis matanya yang tebal, garis matanya yang khas dan gaya rambut poninya.... komikus bisa menggambarkan semua itu secara sempurna dan menunjukkan bahwa orang yang dia gambar itu benar-benar orang Korea *bukan Jepang atau China.



Aku sampai berpikir... kok bisa ya? menggambar dengan “cara” seperti itu? latihannya berapa lama?! Hwee.

Karakter Green Nam juga digambar dengan sangat bagus... rambut Green Nam berwarna biru muda... kuperhatikan setiap pakaian yang dipakai oleh Green Nam itu warnanya selalu matching dengan warna rambutnya dan warna kulitnya... kurasa komikus benar-benar telah memikirkan hal itu dengan serius.


Kadang-kadang aku mikir, kok warnanya bisa nyambung ya? padahal banyak warna yang ditampilkan.

Aku juga terkesan dengan gaya berpakaian yang ditampilkan di dalam komik ini... Terutama gaya pakaiannya Green Nam dan Black Finger, mereka berdua kan unik banget.

Di salah satu episode Wooyeon yang cupu, didandani dengan pakaian yang “pantas” untuknya... pakaiannya sih biasa, cuma karena komikus tau apa yang cocok untuknya... Wooyeon jadi terlihat lebih keren saat itu... bisa begitu ya? aku bisa memperoleh inspirasi fashion lewat komik.

Dan terakhir adalah setting tempat... aku pernah merasa terpesona, saat melihat sebuah ruangan yang ditampilkan di dalam komik Spirit Fingers... banyak ruangan yang ditampilkan di dalam komik ini, ruangan-ruangan itu selalu mempunyai “tema” dan konsep yang unik.


Saat melihat ruangan-ruangan unik itu, aku merasa seperti melihat desain ruangan yang dibuat oleh seorang desainer interior... keren banget! komikusnya benar-benar sangat berbakat.... bisa-bisanya terpikirkan sebuah ruangan dengan lukisan terbalik #ups spoiler.


5. Fanservice.

Apa ya?... fanservice pasti berkaitan dengan karakter yang paling disukai di dalam komik ini... dan setiap orang pasti mengidolakan karakter yang beda-beda... setiap peran yang ditampilkan di komik ini sangat berkarakter.

Aku suka dengan Green Nam, aku suka melihat versi cool Green Nam... dia cantik banget! itu fanservice bagiku... apalagi pakaian yang dikenakan Green Nam juga sangat stylist.

Blue finger juga tampan, Black Finger juga cantik banget dengan gaya gothic lolitanya... tapi dari semuanya, yang paling disorot dan dijadikan “sumber” fanservice di komik ini adalah Red Finger... karena Red Finger bisa melakukan pose seperti seorang model profesional... bahkan saat melakukan hal biasa saja dia bisa terlihat keren... dan wajahnya tampan kalo lagi serius... ditambah lagi... dia sering ditampilkan “naked” di dalam komiknya.



6. Menginspirasi.

Saat membaca komik Spirit Fingers, aku merasa mendapatkan letupan-letupan inspirasi.... aku jadi ingin mengalami hal-hal yang terjadi di dalam komik hahaha.

Kayaknya enak banget punya grup menggambar seperti itu di dunia nyata, anggotanya punya usia yang berbeda-beda, dengan karakter yang berbeda... bisa ketemuan, menggambar sketsa, bertukar tips, dan pakai pakaian yang “unik” saat ketemu... kalo bisa mendapatkan pengalaman seperti itu, pasti menyenangkan!.

Di dalam komik, para anggota klub terlihat baik semua... kalo dunia nyata mana mungkin bisa seperti itu? kalaupun terlihat baik... itu cuma di luar doank hahaha.


Komik Spirit Finggers benar-benar menginspirasiku untuk mulai  berlatih menggambar lagi... walaupun gambarku sekarang masih jelek tapi #akutidaktakut... aku benar-benar ingin menggambar dengan hati dan tanpa tekanan batin... tapi susah ya? hahaha.

Kadang-kadang kita itu tertarik dengan sesuatu, sudah semangat ingin menggambarnya... tapi setelah jadi hasilnya tidak sesuai harapan atau cuma gitu-gitu aja... ganjel banget kan? hahaha... hal-hal semacam itu dibahas lho di komik ini.

Jadi menurutku komik Spirit Fingers... isinya benar-benar curhatan mahasiswa seni banget.. dan yang menarik, karakter di dalam komik ini diceritakan tidak langsung bisa menggambar, tapi dia melewati proses dulu sebelum bisa menggambar dengan baik... orang sepertiku yang kurang jago menggambar bisa mengikuti proses tsb, untuk menghasilkan gambar yang bagus.... karena gambar yang diperlihatkan di dalam komik ini adalah gambar asli yang di scan, jadi goresanya itu benar-benar terlihat.

Inspirasi lainnya datang karena aku suka melihat gaya berpakaian para karakternya, mereka benar-benar stylist dan sangat menginspirasi... keren!.


Tapi ada beberapa hal juga yang tidak kusukai dari komik ini, yaitu :


1. Drama percintaan yang pasaran.

Aku punya firasat bahwa cerita di komik Spirit Fingers akan berkembang menjadi cerita cinta segitiga... ceritanya juga bisa berkembang ke cerita cinta yang diawali dengan kebencian (benci jadi cinta), dan cerita tentang si tampan yang mencintai si cupu *di dunia nyata itu bulshit.


Kalo dipikir-pikir itu adalah cerita pasaran yang sudah sering ada di drama Korea, dan aku kurang menyukai nya.

Nanti juga akan muncul saingan cinta, dia awalnya akan terlihat seperti malaikat tapi ternyata iblis.... aku paling benci karakter yang seperti itu, bikin baper sih hahaha.... apalagi kalo orang itu cewek... hal-hal semacam itu juga pasaran, mudah tertebak.

Tapi itu semua hanya prediksiku doank sih... komik Spirit Fingers masih on going... kita masih belum tau cerita selanjutnya... mudah-mudahan cerita selanjutnya diluar dugaan... sehingga tebakanku salah.


2. Cerita tidak langsung to the point.

Yang tidak kusukai dari komik Spirit Fingers ini adalah ceritanya yang terlalu bertele-tele.... tidak langsung to the point... jadi bikin gregetan, kadang bikin bosan juga.

Aku lebih suka kalo ceritanya fokus ke klub menggambar Spirit Fingers dan kegiatan mereka... tapi karena ini komik cewek jadi pasti adalah bumbu-bumbu percintaannya dan drama sana sini.

Kadang-kadang yang dibahas juga gak terlalu penting, jadi agak bosan haha.


3. Karakter pendukung yang terlalu bertele-tele.

Karakter pendukung yang kumaksud adalah sahabat para karakter utama.... Wooyeon punya 2 sahabat, Red Finger punya 3 sahabat.... dan para sahabat mereka ini dibuatkan cerita sendiri di dalam komik... ceritanya  di luar Spirit Finger.

Aku kurang suka dengan cerita tentang “para sahabat” itu... itu panjang dan terkesan buang-buang waktu.... aku juga kurang suka dengan karakter dari mereka semua... apalagi sama si kepala kotak *entah namanya siapa... baik yang cewek atau cowok aku tidak suka karena mereka itu sok banget hahaha.

Tapi ya... nanti lihat saja perkembangan dari ceritanya.... mudah-mudahn saja cerita akan berkembang di luar dugaanku.


Oke, aku rasa artikel ini cukup sekian... aku sudah membahas banyak tentang komik Spirit Fingers... walaupun masih ada kekurangannya, tapi menurutku komik ini adalah karya yang sangat bagus. Aku suka art nya, dan caranya mengajarkan tentang art kepada kita semua, sebagai pembacanya.

Terimakasih sudah membaca dan maaf bila ada hal-hal yang tidak pantas di artikel ini. Sampai jumpa!!.

Ditulis oleh : Ririan.

Hubungi aku di :
IG = briliank.



JANGAN COPAS TANPA CR dari Blog ini!!.